Thursday, 5 April 2018

# Review

Kuliner Khas Antara Solo - Boyolali


Berhubung saat ini saya bertugas di Boyolali, saya jadi ingin membahas makanan khas kota ini dan juga kota Solo. Sebenernya antara Solo-Boyolali, makanan khasnya sih sama aja, karena letak geografisnya yang juga gak terlalu jauh. Bedanya di Solo cuacanya panas, tapi di Boyolali dingin. Mirip Palembang dengan Pagaralam atau Surabaya dan Malang. Tapi Boyolali ini kalo ke Solo cuma menghabiskan waktu ±45 menit.

Apa saja makanan khasnya? Mari kita bahaaas…

  • Soto Seger Mbok Giyem atau Soto Seger Hj. Fatimah
Soto Seger Mbok Giyem aka Hj. Fatimah
Nah ini makanan yang sangat khas Boyolali sekali. Soto Seger. Rasanya luar biasa segar dan mantap sesuai namanya, dengan kuahnya yang bening. Di Boyolali, yang jualan soto, apalagi kalau sarapan, banyak banget kayak yang jualan pempek di Palembang. Harganya pun variatif mulai dari 1.500 – 10.000. 1.500? Iya serius 1.500 kamu udah bisa makan soto di Boyolali walaupun porsinya sedikit. Jadi kalo mesen makanan di Boyolali itu bakal ditanya, porsi kecil apa besar. Dan percayalah, porsi besar ukuran Boyolali itu porsi kecil ukuran saya hahahaha… Orang di Boyolali makannya sedikit banget kayaknya. Back to the topic, Soto Seger Mbok Giyem ini merupakan penggagas awal mula soto di Boyolali, dengan harga porsi besarnya Rp 10.000,- (ini soto daging ya). Warung soto yang asli itu agak masuk lorong sedikit (saya lupa nama lorongnya), seperti warung soto biasa tapi luar biasa rame banget  gak habis-habis. Ada berbagai jenis makanan angkringan juga seperti usus, ceker, kulit ayam, dan lain-lain. Tapi kalau repot masuk ke dalam lorong (dimana lahan parkirnya juga gak ada), bisa ke cabangnya yang ada di jalan raya Boyolali pusat. Rasanya sama aja dengan warung perdananya dan tempatnya lebih luas.

Tuh ada usus, udang tepung dll kayak di angkringan
  • Nasi Liwet
Nasil Liwet yang ada di Daerah Pengging, Boyolali (bukanya pagi, jam 6 pagi udah ada)
Pertama kali makan nasi liwet itu, saat awal operasional, habis shift 12 jam, diajak ke Pengging untuk sarapan sebelum bobok balas dendam hahaha… Awalnya saya pengen nasi uduk atau nasi gemuk, tapi beda kota ya beda juga nasi khasnya ya. Nasi liwet ini ya mirip nasi uduk, disajikan dengan suwiran ayam, tumisan sayur labu, dan telur putih yang kental (seperti dicampur dengan santan). Bisa ditambah dengan lauk-pauk lainnya seperti ayam, usus, hati dan ampela, serta telur bulat. Tidak ada sambal pada nasi ini, jadi jika ingin pedas makannya barengan dengan cabe Lombok. Harganya sendiri variatif mulai dari Rp 7.000 – Rp 13.000.

Nasil Liwet di Daerah Kartasura (bukanya malem, jam 7 PM baru ada)
  • Selat
Selat yang dibuat Tante Mia, kayak Bistik...
Nah ini awalnya saya kira bistik hahaha… Kalo Boyolali banyak soto, di Solo banyak selat. Pertama kali makan di rumahnya tante mamaas di Solo, beliau masak sendiri dan enak. Mirip semur kecap gitu. Makannya gak pake nasi. Isinya ada kacang polong, salada, tomat, kentang, wortel, tahu, daging, dan telur. Persis bistik gitu kana tau mungkin salad. Harganya sendiri sekitar Rp 10.000 – Rp 23.000 per porsi. Salah satu warung selat terkenal di Solo, yaitu Warung Selat Mbak Lies. Suasananya nyentrik banget, keramik dimana-dimana. Dan artis-artis banyak juga makan disana.

Bareng Ibunya mamas (baju biru) dan Tante Mia (tantenya mamas juga, baju abu-abu) di Warung Selat Mbak Lies
Dekorasi dinding di Warung Mbak Lies
Yang TTD di piring itu arti-artis, ini contohnya Maliq & The Essentials
Suasana yang penuh keramik
  • Sup Matahari, Sup Manten, dan Sup Galantin
Ini Sup Manten, biasanya ada di acara kawinan getooh
Sepertinya orang Solo suka banget dengan sup-sup berkuah bening ya. Berbagai macam sup ada disini. Disebut sup matahari, karena isiannya berbentuk matahari. Jadi telur dadar dibentuk seperti kelopak matahari, yang isiannya berupacampuran ayam dengan wortel, kentang, jagung manis, kacang polong, jamur, dan sosis. Lalu ada sup manten, sup yang biasanya ada di acara pernikahan atau hajatan, yang isinya terdiri dari suwiran ayam, sosis, jagung, buncis, wortel, dan jamur putih. Kemudian sup galantin, sup yang terdiri dari suwiran ayam dan suwiran roti tawar yang sudah direndam dengan susu. Untuk mencoba sup-sup ini, bisa dicoba juga di Warung Selat Mbak Lies yaa…
  • Serabi Notosuman
Endeuuus banget (gambar diambil dari Limakaki.com, karena saya gak tau nyimpen foto serabinya dimana wkwk)
Salah satu oleh-oleh yang biasa saya bawa jika pulang ke Palembang atau ke Malang. Rasanya terdiri dari 2 jenis, original dan cokelat. Harganya mulai dari Rp 23.000 – Rp 25.000 per kotak. Satu kotak isinya ada 10 serabi. Toko Serabi Notosuman ini ada dimana-mana, baik di Solo maupun Boyolali.

Ya kurang lebih list diatas adalah list makanan yang harus kalian coba saat berkunjung ke dua kota ini. Untuk oleh-oleh khas Boyolali-nya sendiri jika melihat trademarknya adalah sapi perah, kalian bisa bawa makanan yang diolah dari susu hasil perahan ini. Tapi kalo susu segar pasti gak bisa bertahan lama untuk dijadikan oleh-oleh, enaknya hangat-hangat langsung diminum tuh. Ada olahan permen susu asli dan keju-kejuan di daerah Selo, tapi saya lupa fotonya karena keburu dipacking ke Palembang. Namun karena banyak sedikit yang tahu, produksi permennya sendiri hanya sedikit, karena kurang lebih permennya layak makan berkisar dalam satu bulan, permintaannya pun masih rendah.

Ini Susu Segarnya Boyolali, mudah banget nyarinya kayak nyari pempek di Palembang, dimana-mana adaa
(gambar dari Brilio)

Selamat mencobaa man temaan!

No comments:

Post a Comment

Puja-puji, cercaan atau mau kasih duit? Silahkan =))

Follow Us @viiint