Tuesday, 16 January 2018

Kilas Balik 2017

1/16/2018 10:11:00 pm 0 Comments
Awal 2018 lalu entah kenapa saya ingin kembali aktif dalam dunia tulis-menulis, termasuk mengaktifkan kembali blog yang telah menjadi sarang laba-laba ini mungkin. Setiap tahun, resolusi yang saya inginkan adalah aktif menulis yang pada akhirnya hanya menghasilkan satu atau dua tulisan saja -- dengan alasan distraction terbesar adalah saya tidak punya laptop (so klise banget ya...). Hp saya juga sudah terlalu jadul untuk dapat berselancar dengan mudah di dunia blog ini (umurnya sudah 5 tahun saudara-saudara hahaha...). Untuk beberapa alasan, ya ada hal yang lebih penting memang untuk lebih disegerakan, jadi saya tidak bisa egois untuk gonta-ganti seenaknya gadget-gadget tersebut. InsyaAllah doakan saja rezeki kita bersama dilancarkan dan ditambahkan yaa, aamiin...

Sesuai judul -- Kilas Balik 2017 -- saya ingin merefleksikan kembali apa saja yang telah terjadi di tahun 2017 pada kehidupan saya. Tahun 2017 merupakan tahun dimana saya belajar banyak mengenai management waktu, pekerjaan, dan emosi. Tahun dimana beberapa keinginan saya juga terwujud.


Dimulai dari karir pekerjaan. Di tahun 2017 saya diberi kesempatan untuk belajar memanagement waktu dan pekerjaan itu sendiri plus bonus dalam mengatur emosi. Untuk waktu dan pekerjaan, saya merasa lebih bisa untuk melakukan multitasking -lebih daripada biasanya- dan otak saya lebih bisa memilah mana yang benar-benar penting untuk dipikirkan dan mana yang tidak. Di akhir tahun saya merasa segala sesuatu hal bisa dikerjakan dengan efisein dan efektif.

Berhubung sebagian diri saya ini sebenarnya introvert, satu momok yang paling buat saya malas itu adalah koordinasi dengan orang banyak. Harus menghubungi si A, si B sampai si Z, berbasa-basi dan lain sebagainya itu bagian-bagian yang sejujurnya saya kurang sukai. Tetapi di tahun 2017, saya harus berdamai dengan itu semua. Untuk sekadar datang rapat, menyuarakan pendapat, presentasi, dan memberi materi, itu it's OK saja buat saya, tapi mengkoordinasi semua pihak, follow up, semua manage itu benar-benar baru saya rasakan luwesnya pada akhir tahun 2017. You did it, Vint!

Satu momok lagi yang saya masih terus belajar untuk mengendalikannya adalah emosi. Saya kalo marah bukan yang teriak-teriak sih, tapi lebih pada intonasi kata yang penuh penekanan serta pemilihan kata yang tepat sasaran alias nyelekit. Dan yang namanya cewek, dalam satu bulan itu ada fase dimana semua hal jika tidak sesuai itu rasanya salah dan emosi langsung naik tujuh tingkat hahahaha... Saya bukan mengkambinghitamkan fase itu ya, tapi memang benar itu terjadi. Rasanya saat PMS itu jika ada satu hal saja yang tidak dikerjakan dengan benar, at least kalo sakitnya lebih ke fisik (perut sakit, pinggul sakit, dll) itu larinya lebih ke "aduh malas ngapa-ngapain" dan jadinya sendu gitu suasananya. Tapi kalo secara fisik gak sakit, berarti hormon yang langsung naik tingkat tujuh, jadinya ya ngamuk. Sebenarnya logikanya masuk alasan ngamuknya karena apa tapi karena yang berada di depan emosi, jadi penjelasan yang mau disampaikan jadi tidak tersampaikan dengan baik. Well, tapi dalam minggu-minggu ini, entah kenapa saya merasa ada suatu pencerahan mengenai emosi ini. Penahanan dalam diri saya rasanya meningkat. Dan memang jadinya lari ke curhat (ke mamas tentunya dong) but it's okay kan, why not? Dan yup, salah satu resolusi tahun ini adalah pengendalian emosi serta sedikit sedikit menjauhi penyakit hati (cieeee...)

Secara kerjaan mungkin waktu sudah efisien, tapi secara me time? Dalam hal ini saya harusnya bisa lebih produktif. Me time disini maksudnya waktu diluar kerja ya, apakah itu saat off-day atau sisa dari 15 jam itu sendiri (8 jam bekerja, 7 jam tidur). Di tahun 2017, beberapa off-day saya memang ada travelling kesana kemari tapi sepertinya lebih banyak leha-leha juga di mess. Seharusnya saya catat ya berapa hari yang digunakan untuk tidak melakukan apa-apa hahahaha... Saya ingin waktu senggang saya lebih produktif lagi. Salah satunya ya ini ngeblog! Dan juga lebih banyak membaca buku, at least satu bulan satu buku deh. Ya Allah, semoga saya bisa komitmen, aamiin..

2017 juga merupakan tahun untuk saya lebih mengeksplor mengenai leadership. Dan tentunya saya akan terus belajar bagaimana menjadi leader yang baik bagi team, secara seorang leader itu membawahi berbagai macam karakter yang terkadang maunya ingin didengar semua. Dan saya pikir ilmu leadership selain terus berkembang, tentu ini juga berguna nanti jika sudah berkeluarga menurut saya. Secara nanti saat punya anak, bagaimana mendidik anak itu bisa mencerminkan bagaimana dia saat menjadi leader juga.

2017 merupakan juga tahun yang penuh isu SARA dan medsos bisa mengakibatkan pro-kontra dengan sangat amat parah. I dunno why this people jaman now mudah banget jempolnya gerak sana-sini dengan statement penuh judgmental. Dan berita yang dimuat di media online juga terkadang "ini apa banget sih". Resolusi saya tahun ini mengenai ini semoga saya dan warga dunia lainnya juga lebih bijak dalam bermedsos. Saya sendiri sepertinya akan mengurangi membaca berita dari media yang "ini apa banget sih", dan lebih peka mengenai berita-berita luar yang lebih konkrit dan nyata serta menngunfollow account gosip hahahaha... padahal saya baru follow 3 bulan terakhir tapi sepertinya malah yang saya lakukan unfaedah sekali. Ini juga salah satu cara menjauhi penyakit hati kan? Dan ya seperti biasanya, jika pun belum mengetahui suatu hal, tetap mencari dari awalnya dulu bagaimana baru boleh memberikan tanggapan, setujuuu?

Di tahun 2017 ini beberapa goal saya juga sudah terpenuhi. Salah satunya rumah di Palembang sudah selesai (tinggal penambahan bagian belakang yang sedang dicarikan uangnya hahaha), dan satunya saya sudah lamaran. Yeay! InsyaAllah tahun ini status di KTP berubah dong! Semoga kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun ke tahunnya, aamiin.. Happy go lucky!

Follow Us @viiint