Strength, Weakness, Opportunity and Thread
Vinta Adetia
11/14/2013 09:35:00 pm
0 Comments
Vinta Adetia Pratiwi
03101002025
Strength, Weakness, Opportunity
and Thread. Dari keempat hal ini mungkin saya akan mulai dari kelebihan
saya terlebih dahulu. Sejauh ini, saya termasuk orang yang baik dan
bertanggungjawab. Ketika saya telah berkomitmen terhadap suatu hal, saya
berusaha akan melakukannya dengan sebaik mungkin karena saya termasuk typical
yang tidak ingin membuat orang lain kecewa. Namun, dalam beberapa hal, sebagai
pribadi yang tidak sempurna, tentunya saya pernah mengecewakan orang lain. Dari
hal ini, bisa dikatakan bahwa kelebihan saya adalah kekurangan saya juga. Sifat
yang tidak ingin mengecewakan orang lain sering berdampak pada ketidaktegasan
pada diri saya sendiri. Namun tetap saja dalam kondisi seperti itu saya akan
mendahulukan kepentingan orang tersebut ketimbang diri saya sendiri. Walaupun
terlihat sangat egois pada diri sendiri pada prosesnya, tetapi setidaknya
sejauh ini dengan solusi tersebut, endingnya
tetap menyenangkan Dan sifat saya lainnya seperti ’tidak tegaan’ malah terkadang
sering dimanfaatkan. Tapi toh saya tetap berpikir positif bahwa saya sepenuhnya
tidak dimanfaatkan, ada beberapa hal yang tetap bisa saya jadikan pembelajaran
buat diri sendiri.
Saya juga mudah beradaptasi dengan
lingkungan yang baru. Karena sejak kecil lingkungan di sekitar saya selalu
berubah-ubah, otomasis sifat seperti ini sangat diperlukan. Sebelum tinggal di
Palembang, saya sempat tinggal di Lubuk-Linggau dan Yogyakarta. Bukan hanya
lingkungan masyarakatnya saja yang berubah, namun juga teman-teman ketika saya
bersekolah setiap tingkatnya selalu berbeda. Inilah alasan mengapa saya suka
bersosialisasi dan talkative. Karena saya pikir kalau saya pasif dan hanya
menunggu saja, it’s completlely terrible.
Saya tidak akan tahan dengan kondisi seperti itu.
Selain itu, saya juga termasuk seorang dreamer. Imipian saya juga tidak terlalu
muluk sebenarnya karena saya juga sadar diri yang mana saya bisa raih dan yang
mana yang hanya impian semata, namun untuk beberapa orang yang melihat saya
tidak mampu untuk melakukan hal itu, pasti mencemoooh saya. Saya pernah
mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya dua kali. Kejadiaan pertama
saya alami ketika saya menceritakan impian saya kepada seorang teman yang saya
pikir dia memang benar-benar teman dan bukan hanya sekadar teman, good friends are those who let you be
yourself, but still correct your mistakes and help you to be a better you, rite?
Jadi saya ceritakanlah mengenai impian saya dan saya sadar itu hanya sekadar
impian namun ternyata reaksinya berbeda dengan apa yang saya harapkan. Dia malah mencemooh dan menjatuhkan saya.
Saya diam dan tersenyum mendengarnya, hanya bisa memendam dalam hati karena
saya tidak bisa marah dan memang tidak menyukai konflik. Tetapi sejak saat itu
saya bertekad bahwa saya akan tunjukkan kepada orang tersebut bahwa saya bisa.
Dan setelah saya bisa meraih impian saya tersebut, satu hal yang paling
menyenangkan adalah ketika kita bisa membungkam mulut orang-orang yang telah
mencemooh kita. It’s so great! Begitu
juga dengan kejadian kedua. Tapi sejujurnya, saya amat sangat berterima-kasih
dengan orang-orang yang telah berperilaku tersebut kepada saya, karena jika
saya tidak diperlakukan seperti itu, mungkin impian itu memang hanya sekadar
impian.
Lingkungan juga akan mempengaruhi bagaimana
terbentuknya pola pikir saya. Contohnya saja saat kuliah ini. Sebelum masuk
dunia kuliah, saya telah membuat mindset ”A” misalnya, apa yang saya akan
lakukan selama kuliah, setelahnya, dua tahun kedepan dan selanjutnya. Lalu
setelah masuk dunia kuliah dan telah satu tahun melewatinya, saya merasa agak
berbelok dari mindset yang saya rancang sebelumnya dan saya malu terhadap diri
saya sendiri, kenapa rasanya saya jadi plinplan seperti ini? Alhamdulillah, Dia
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mendekatkan saya dengan beberapa teman
yang mindsetnya sama seperti saya sebelumnya dan saya patut bersyukur akan hal
itu. Saya merasa kembali menjadi diri saya sendiri dan berusaha untuk tetap
konsisten dengan mindset saya. Dari hal ini saya mengetahui mana yang
benar-benar teman dan hanya sekadar teman. Dan semoga kedepannya, kita semua
dapat meraih apa yang kita impikan seperti apa yang dikatakan Oprah Winfrey, you become what you believe. Happy go lucky!
note: Ini tulisan dibuat tanggal 9 Desember 2011, tugas pusdatin pertama kali tentang Strength, Weakness, Opportunity
and Thread :)) Tadi iseng-iseng gak sengaja kebuka pas lagi mau buat Text Resume GDP PTFI, wish me luck :*