Thursday, 14 November 2013

# kuliah # This is Me

Strength, Weakness, Opportunity and Thread


Vinta Adetia Pratiwi
03101002025

Strength, Weakness, Opportunity and Thread. Dari keempat hal ini mungkin saya akan mulai dari kelebihan saya terlebih dahulu. Sejauh ini, saya termasuk orang yang baik dan bertanggungjawab. Ketika saya telah berkomitmen terhadap suatu hal, saya berusaha akan melakukannya dengan sebaik mungkin karena saya termasuk typical yang tidak ingin membuat orang lain kecewa. Namun, dalam beberapa hal, sebagai pribadi yang tidak sempurna, tentunya saya pernah mengecewakan orang lain. Dari hal ini, bisa dikatakan bahwa kelebihan saya adalah kekurangan saya juga. Sifat yang tidak ingin mengecewakan orang lain sering berdampak pada ketidaktegasan pada diri saya sendiri. Namun tetap saja dalam kondisi seperti itu saya akan mendahulukan kepentingan orang tersebut ketimbang diri saya sendiri. Walaupun terlihat sangat egois pada diri sendiri pada prosesnya, tetapi setidaknya sejauh ini dengan solusi tersebut, endingnya tetap menyenangkan Dan sifat saya lainnya seperti ’tidak tegaan’ malah terkadang sering dimanfaatkan. Tapi toh saya tetap berpikir positif bahwa saya sepenuhnya tidak dimanfaatkan, ada beberapa hal yang tetap bisa saya jadikan pembelajaran buat diri sendiri.
Saya juga mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Karena sejak kecil lingkungan di sekitar saya selalu berubah-ubah, otomasis sifat seperti ini sangat diperlukan. Sebelum tinggal di Palembang, saya sempat tinggal di Lubuk-Linggau dan Yogyakarta. Bukan hanya lingkungan masyarakatnya saja yang berubah, namun juga teman-teman ketika saya bersekolah setiap tingkatnya selalu berbeda. Inilah alasan mengapa saya suka bersosialisasi dan talkative. Karena saya pikir kalau saya pasif dan hanya menunggu saja, it’s completlely terrible. Saya tidak akan tahan dengan kondisi seperti itu.
Selain itu, saya juga termasuk seorang dreamer. Imipian saya juga tidak terlalu muluk sebenarnya karena saya juga sadar diri yang mana saya bisa raih dan yang mana yang hanya impian semata, namun untuk beberapa orang yang melihat saya tidak mampu untuk melakukan hal itu, pasti mencemoooh saya. Saya pernah mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya dua kali. Kejadiaan pertama saya alami ketika saya menceritakan impian saya kepada seorang teman yang saya pikir dia memang benar-benar teman dan bukan hanya sekadar teman, good friends are those who let you be yourself, but still correct your mistakes and help you to be a better you, rite? Jadi saya ceritakanlah mengenai impian saya dan saya sadar itu hanya sekadar impian namun ternyata reaksinya berbeda dengan apa yang saya harapkan. Dia malah mencemooh dan menjatuhkan saya. Saya diam dan tersenyum mendengarnya, hanya bisa memendam dalam hati karena saya tidak bisa marah dan memang tidak menyukai konflik. Tetapi sejak saat itu saya bertekad bahwa saya akan tunjukkan kepada orang tersebut bahwa saya bisa. Dan setelah saya bisa meraih impian saya tersebut, satu hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita bisa membungkam mulut orang-orang yang telah mencemooh kita. It’s so great! Begitu juga dengan kejadian kedua. Tapi sejujurnya, saya amat sangat berterima-kasih dengan orang-orang yang telah berperilaku tersebut kepada saya, karena jika saya tidak diperlakukan seperti itu, mungkin impian itu memang hanya sekadar impian.
Lingkungan juga akan mempengaruhi bagaimana terbentuknya pola pikir saya. Contohnya saja saat kuliah ini. Sebelum masuk dunia kuliah, saya telah membuat mindset ”A” misalnya, apa yang saya akan lakukan selama kuliah, setelahnya, dua tahun kedepan dan selanjutnya. Lalu setelah masuk dunia kuliah dan telah satu tahun melewatinya, saya merasa agak berbelok dari mindset yang saya rancang sebelumnya dan saya malu terhadap diri saya sendiri, kenapa rasanya saya jadi plinplan seperti ini? Alhamdulillah, Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mendekatkan saya dengan beberapa teman yang mindsetnya sama seperti saya sebelumnya dan saya patut bersyukur akan hal itu. Saya merasa kembali menjadi diri saya sendiri dan berusaha untuk tetap konsisten dengan mindset saya. Dari hal ini saya mengetahui mana yang benar-benar teman dan hanya sekadar teman. Dan semoga kedepannya, kita semua dapat meraih apa yang kita impikan seperti apa yang dikatakan Oprah Winfrey, you become what you believe. Happy go lucky!

note: Ini tulisan dibuat tanggal 9 Desember 2011, tugas pusdatin pertama kali tentang Strength, Weakness, Opportunity and Thread :)) Tadi iseng-iseng gak sengaja kebuka pas lagi mau buat Text Resume GDP PTFI, wish me luck :*
                                                                                             

No comments:

Post a Comment

Puja-puji, cercaan atau mau kasih duit? Silahkan =))

Follow Us @viiint