Jika suatu hari saya menjadi seorang Ibu, saya ingin menjadi
tempat pertama dimana anak saya belajar, baik dari belajar berjalan, berbicara,
mengenal lingkungan, sampai keingintauannya terhadap dunia. Mengingat sekarang
banyaknya PAUD yang menjamur dimana-mana, meskipun saya nantinya memutuskan
menjadi Ibu Rumah Tangga atau tetap menjadi wanita karir, saya ingin anak saya
untuk menghabiskan masa kecilnya dengan bermain sepuasnya. PAUD mungkin salah
satu pilihan yang baik, tetapi entah mengapa saya lebih memilih anak saya nanti
akan mulai bersekolah saat umur 5 tahun.
Bagaimana dengan menjamurnya les-les anak mulai dari umur 3
tahun seperti les bahasa inggris, dan lain sebagainya? Saya juga memilih untuk
tidak membuat anak saya sibuk dengan semua kegiatan yang beruntun seperti itu
pada awal usianya nanti. Saya rasa sebagai ibu pun saya mampu mendidik anak
saya sendiri jika yang diajarkan hanya basicnya saja, bukan begitu bukan?
sumber gambar: disini
Pendidikan orangtua di rumah itu menurut saya besar sekali
pengaruhnya terhadap pengaruh perkembangan anak, apakah dia menjadi orang yang
disiplin, penyayang, tegas, bertanggung jawab, atau tidak. Yang kedua terpenting
setelah itu adalah lingkungan dan sebagai orangtua, alangkah baiknya pada
bagian ini kita juga ikut melakukan filter dimana nanti kita akan tinggal saat
berumah tangga, dan pemilihan sekolah yang tepat untuk tumbuh kembang si anak –
walau nantinya ini juga merupakan pilihan si anak akan berteman dengan siapa
yang membuatnya nyaman.
Melihat perkembangan sekarang, ada banyak sekali
kekhawatiran yang membuat saya belum menikah pun berkontempelasi bagaimana saya
akan membesarkan anak nanti dengan banyaknya insecurities yang merajalela. Dan
menyadari bagaimana orangtua saya membesarkan saya, mungkin ada beberapa hal
yang juga akan saya terapkan terhadap anak saya nanti.
Pertama, seperti untuk memberinya pengertian tentang kondisi
orangtuanya bagaimana. Saya ingin anak saya mandiri dengan segala keputusan
yang bisa dia buat sendiri. Harapannya harus tetap tinggi tanpa merengek untuk
dikabulkan, karena ia bisa mengabulkan harapannya itu sendiri tanpa meminta
kepada orangtua. Saya ingin membuat anak saya bisa berpikir sejak dini dengan
tidak dimanjakan dengan fasilitas yang diberikan. You must do something to get
what you want!
Yang kedua, seperti diawal post ini, di usia dini saya ingin
dia bermain sepuasnya dan mengenal lingkungan dengan sebaik-baiknya. Untuk
sekolah dan les-les yang beraneka-ragam, saya akan memulainya saat umur 5
tahun, dengan catatan untuk les harus dengan minat yang dia punya. Karena mau
les dari umur 5 tahun pun tapi semisal seperti bahasa inggris, kalo tidak
diaplikasikan, ya percuma saja dong ya (contohnya seperti saya ini hahahaha).
Saya punya teman yang baru tertarik bahasa inggris saat akan kelulusan SMA,
tapi langsung mahir sekali dengan aksen Bristish dan sekarang malah sudah
menyelesaikan S2 di Australia. Jadi menurut saya semua itu hanya tinggal minat
seseorang dengan konsitensi yang dijalankan.
Yang ketiga, saya ingin mendidik anak saya untuk berani
bermimpi setinggi mungkin, bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk digapai,
mau sampai Kutub Utara pun ibu dukung naaaak…. Yang terpenting dia tau apa yang
mau dia tuju, bukan hanya karena ikut-ikutan teman atau hal lainnya. Tapi
karena dia yakin bahwa passion hidupnya disitu dan bermanfaat bagi orang
banyak, sekalipun yang akan dilakukan hanya dibelakang layar saja.
Yang keempat dan ini juga merupakan yang terpenting bahwa
apa yang akan dilakukannya akan dipertanggung-jawabkan di akhirat nanti. Maka
dari itu, semoga saya bisa mendidik anak saya menjadi sebaik-baiknya pribadi. Semoga
anak laki-laki saya bisa menjadi seorang gentleman dignity sejati dengan akhlak
yang baik dan anak perempuan saya bisa menjaga diri dengan sebaik-baiknya dengan
beauty brain behaviour yang dia punya. Semoga saya bisa menjadi ibu dan sahabat
yang menyenangkan bagi anak-anak saya nanti. Aamiin…

No comments:
Post a Comment
Puja-puji, cercaan atau mau kasih duit? Silahkan =))