Sunday, 23 April 2017

# Life # That Namja

That Namja: Fahmi Febrian Pradana

Sudah hampir 2 tahun saya dan laki-laki yang bernama Fahmi Febrian Pradana ini menjalani hubungan yang bernama LDR. But for us, even we have a distance in place, we are really really fun and comfort in this relation. Saya tidak menyangka bahwa LDR bisa semenyenangkan ini. Setiap kali saat kita bertemu, rasa senang dan bahagianya bisa berlipat-lipat ganda. Dan sekalipun sedang berada dalam jarak, karena komunikasi yang sangat sangat baik, jarak itu rasanya tidak pernah ada. Bahkan insecure yang sering melanda para LDR pun rasanya tidak ada sama sekali, karena kami benar-benar yakin satu sama lain.

Awalnya saya bertemu laki-laki ini di Surabaya, saat saya training di tempat kerja saya yang kedua (setelah sebelumnya hanya bekerja 1,5 bulan hahaha). Pertama kali kami bertemu di mess. Saat itu saya baru sampai dan sedang berkenalan dengan para penghuni mess. Dia datang bersama dua penghuni mess lainnya, agak-agak kayak di sinetron gitu, datang dengan motor gede-gede (gak gede amat sih tapi ya begitulah hahaha). Berkenalan sepintas, tapi laki-laki ini memang sudah manis dilihat dari awal hahahaha... Jujur saja, saya memang menyukai typical laki-laki yang agak selengekan, arogan, sok dan humoris lucu, seperti perpaduan Tuan Stark di Ironman atau karakter-karakternya Jhonny Deep. Laki-laki seperti ini sangat atraktif di mata saya. Sebelum-sebelumnya ya saya hanya bisa suka tipe laki-laki macam ini di dalam hati. Karenaaaaa... mana ada laki-laki tipe seperti itu suka sama saya (karena saya pasti dikira anaknya kalem dan straight banget), biasanya pasangan laki-laki macam itu ya wanitanya elegan perfect gituu.. Waktu SMA, salah satu laki-laki tipe seperti ini malah bilang sama saya kalo tipe-tipe seperti saya ini bagusnya dijadiin istri dan bukan pacar, jadi dia menyarankan saya agar tetap on the track dan straight aja jangan pernah pacaran. Sayangnya saya tidak teralu mendengarkan saran teman saya itu. Di tempat kuliah saya malah sempat berpacaran dan ya sudahlah, mau disesali juga tidak berguna, hanya bisa diambil pelajarannya saja untuk tetap menjadi lebih baik. Kalo dipikir-pikir, perkataan teman saya itu seperti ramalan bagi hidup saya, karena ya sekarang dengan secara ajaibnya, pasangan LDR yang juga tunangan dan insyaAllah calon suami ini adalah tipe laki-laki seperti itu, yang memang langsung menarik mata saya saat pertama kali melihat. It’s magical and unbelievable hahaha.. Mungkin memang takdir alam bermain sedemikian rupa.

Sumber: Dokumen Pribadi
 Yes, this one that make me beloved! Gimana? Orangnya Lucu kan?

Dan entah bagaimana caranya kita menjadi dekat satu sama lain. Ya mungkin karena satu kantor dan satu mess. Eh wait wait.. di kantor pun kami jarang berkomunikasi sebenarnya, ya paling saya suka nebeng buat pergi ke kantor tapi ya jarang-jarang juga. Dan tipe-tipe kayak Tuan Stark dan Jhonny Deep ini tentunya pandai berbicara. Saya selalu terhibur jika berbicara dengan laki-laki ini, dan pandangannya luas juga smart, serta dia gak malu untuk belajar. Menurut saya ini sangat gentle sekali. Karena beberapa orang yang saya temui dan cerita yang hilir mudik terdengar, banyak sekali laki-laki yang insecure dan tidak mau perempuan yang disukainya tau jika mereka tidak bisa dalam suatu hal. Mereka merasa jaim, malu, dan enggan mengakui kekurangan mereka ini. Tapi laki-laki satu ini, tidak sama sekali. Dia belajar untuk lebih baik lagi dan pengorbanan dia mengapa bisa sampai seperti itu juga membuat saya kagum, bahwa pria satu ini benar-benar tipe laki-laki pekerja keras. Dia sebelumnya pernah bekerja di salah satu kontraktor pertambangan di Indonesia, BUMA, selama 2 tahun dan dari pengalaman-pengalaman itu mungkin yang membuat pandangannya jadi unik dan matang serta dewasa sebelum waktunya (karena umurnya masih sangat muda loh).
Meskipun rumor yang berdatangan mengenai laki-laki ini banyak sekali hingga pernyataan yang agak judgmental kalo dia benar-benar tidak layak buat saya itu benar-benar tidak terlalu saya dengar. Karena berbekal dari pengalaman pun, yang tampak selengekan belum tentu selengekan sampai akar-akarnya, dan yang tampak alim pun belum tentu alim sampai akar-akarnya. Bisa jadi saya yang tampak baik ini juga ternyata busuk di dalam, who knows? Jadi ya saya tetap saja berlaku show must go on aja. Dan kesimpulannya setelah saya perhatikan, di tempat training saya itu banyak orang yang pandangannya konservatif sedangkan anak baru-baru seperti saya dan dia (dia udah 1,5 tahunan sih kerjanya tapi ya masih dibilang baru lah) ini agak berinovasi sedikit. Jadi ya cukup tau sajalah, orang-orang konservatif ketemu sama orang selengekan plus arogan plus becandaan, sama orang-orang konsevatif pasti diseriusin dan dicap gak bener hahahaha... ya saya maklumin saja karena masalah perbedaan pandangan ini.

 Sumber: Dokumen Pribadi
 Dan akhirnyaa kita bersamaaa~ Ini waktu ke Madura (maafkan jari yang nongol di foto)

Dan nyatanya sendiri, pria satu ini ternyata family man dan anak ibu sekali. Tidak menunggu waktu lama bagi saya untuk dikenalkan kepada Ibu dan keluarganya. Dalam waktu 3 bulan, saya sudah diajak ke rumahnya dan saya sendiri keringat dingin bingung mau bagaimana karena ini pengalaman pertama saya dibawa ke keluarga laki-laki secara resmi. Sebelumnya BBM saya di-add sama ibunya, dan saya sudah berkenalan juga via chat tersebut hahaha.. Selama masa pendekatan pun saya pastikan dia, apakah dia akan serius dengan saya atau tidak, karena jika hanya main-main saja saya akan mundur. Bayangkan saja LDR didepan mata, eh maunya cuma main-main.. Rugi waktu banget... Dan dia bilang dia serius sama saya, akan memperjuangkan LDR ini dan kami bertukar cincin sebelum saya pulang ke kota saya sendiri karena masa trainingnya sudah selesai.

Hingga saat ini saya rasanya puas sekali dengan hubungan ini. Walaupun hanya bertemu 9 bulan sekali, 5 bulan sekali, kualitasnya benar-benar luar biasa. Setelah berpisah jarak, LDR yang kami jalani antara Surabaya – Palembang, dan 9 bulan kemudian kami baru bertemu kembali. Dia datang ke kota saya, Palembang, dan bertemu dengan keluarga saya.

Dan sekarang saya ada di site Boyolali. Jaraknya sudah semakin dekat. Pertemuan kami bisa dipangkas menjadi 3 bulan sekali namun tetap saja mesti diperhitungkan dulu semuanya, karena kalo keseringan ketemu ntar jadinya gak nikah-nikah hahaha.. LDR itu bukan hanya sekadar jarak, tapi juga makan biaya. Mau bertemu itu setidaknya harus nabung dulu. Jadi, pengorbanan pasangan LDR itu memang sungguh berlipat-lipat ganda dan memang hanya orang-orang terpilih yang dapat menyelesaikannya sampai akhir.

Next post saya akan bercerita mengenai tempat-tempat yang saya kunjungi bersama Mamas satu ini... Pokoknya yang namanya Fahmi Febrian Pradana ini paket komplit banget. Lucu, pengertian, perhatian, ngerti kalo wanitanya ini sering kelaparan (berat badan saya waktu di Surabaya pernah mencapai 60 kg karena seringnya diajak makan, kurang bahagiaaa apa cobaaaaa.... sekarang berat badan saya min 50 kg), suka jalan-jalan travelling sana-sini, selalu berusaha membuat saya tertawa, senang, dan bahagia. Dia bukan hanya sekadar pacar atau tunangan tapi dia sudah benar-benar menjadi sahabat partner hidup bagi saya. Semoga kita selalu bersahabat dengan cinta sampai akhirat nanti yaa mamaas... aaamiiin...

 Sumber: Dokumen Pribadi
 Ini berat badan saya 60 kg hahaha, pipinyaaa >.< (makasih loh yaaaaa...)

2 comments:

  1. I don't know why, but I am really interested in everything you write in your blog, you are able to make me smile ����.

    ReplyDelete

Puja-puji, cercaan atau mau kasih duit? Silahkan =))

Follow Us @viiint