Saturday, 10 March 2018

# Review

Review Ubur-Ubur Lemburnya Raditya Dika


Baru awal Maret ini, abis gajian, saya beli bukunya Bang Radit yang kedelapan (bener gak sih yang kedelapan?), judulnya Ubur-Ubur Lembur. Seperti biasa, karena penasaran akan sekocak apa cerita yang ditulis Bang Radit, saya lahap semua ceritanya dalam 2 hari. As always, Bang Radit pasti menyelipkan secuil perenungan diri pada tiap bukunya, tak terkecuali yang satu ini.

Cerita soal Ubur-Ubur Lembur sendiri ditaruh pada cerita yang paling akhir, seperti rangkuman cerita-cerita sebelumnya, mengenai perjalanannya menjadi seorang pencerita. Dimulai dari penulis buku, penulis skenario, sutradara, stand up comedian, dan sekarang artis juga di film yang dia buat sendiri, tentunya jadi peran dia sendiri hahaha…


Apakah perjalanan karirnya mulus? Tentu tidak. Setiap orang pasti punya tantangan masing-masing, keputusan masing-masing, pilihan masing-masing, serta pergulatan batin masing-masing. Bang Radit dulunya seorang pekerja kantoran. Menjadi seorang pekerja kantoran, gak hanya pekerja kantoran sih, seperti saya ini juga (saya termasuk pekerja kantoran bukan ya? Hahahaha), ada suatu fase dalam hidup yang merasa bahwa diri ini tidak memliki arti sama sekali di dunia karena pekerjaan monoton yang hanya itu-itu saja dilakukan setiap harinya. Menghabiskan hari dengan presensi lalu pulang. Merasa kosong. Pas banget ketika baca buku ini saya juga sedang merasakan hal yang sama.

Bang Radit juga sering dikerjain atasannya, tambah deh ya ngeselin banget kalo lingkungan kerjanya pun seperti itu. Akhirnya dia mencoba memberanikan diri nyodorin naskah tulisannya yang berawal dari Blog, lalu setelah disetujui untuk publish, Bang Radit berani resign dengan mengumpulkan uang sebanyak 3 bulan gaji. Oh iya, buat yang mau resign ataupun untuk tabungan balancenya sih kita harus punya simpanan 3 kali gaji ini loh buat jaga-jaga jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan. Inget, 3 kali gaji atau lebih, jangan malah kurang. Ini saya baca dari buku “Sayang Uangnya dari Permata Bank” (bukan promo, hanya saran).

Back to the topic, saya memang merasakan hal yang sama dengan Bang Radit, tetapi bukan berarti pekerjaan yang saya tekuni ini gak saya sukai. Saya kerja di suatu Site, dengan shift 321, kerja 5 hari, libur 2 hari, tergantung jadwal, dan saya yang buat jadwal hahahaha… Gak kayak Bang Radit, yang mungkin merasa stuck di karirnya saat bekerja kantoran, saya mengalami peningkatan jenjang karir disini, bahkan saat saya baru bekerja 2 tahun, kemarin saya dipromosikan sebagai Site Manager. Suatu pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Walau saya termasuk kandidat, tetapi secara emosional saya belum matang, dan memang saya masih muda, baru akan masuk 25 tahun, saya juga gak terlalu mempermasalahkan hasilnya bagaimana karena dengan posisi sekarang, saya sudah bersyukur sekali.

Dan Oktober tahun lalu hingga Januari 2018 kemarin, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi PJS Site Manager di Surabaya, karena SM nya sedang cuti melahirkan. Saya benar-benar belajar untuk memanage orang saat itu. Biasanya walaupun saya jadi PJS, saya tetap menghubungi SM Site tersebut untuk pengambil keputusannya, saya ya lebih menjadi eksekutor saja. Jika masalah yang berhubungan dengan sistem, saya masih bisa menghandlenya, karena saat di Kertapati saya benar-benar secara lingkungan dibentuk menjadi seseorang yang solutif dan bagaiamana menghandle masalah dengan baik, yang secara teknis dan sistem tentunya. Tetapi menjadi PJS SM di Surabaya, it was totally different banget karena saya dilepas. Saya harus mulai memanage orang, mulai dari A-Z dari Z-A lagi, berdiplomasi dengan pihak-pihak tertentu (yang bukan saya banget karena saya gak suka basa basi), mengkoordinasi sana sini, serta memantau proyek diluar pekerjaan operasional. Saya benar-benar belajar banyak hal, kekerasan kepala saya benar-benar diuji sekali hahahaha… Dan otak saya otomatis juga dengan mudah memilah yang mana yang benar-benar harus diingat, mana yang harus dibuang dari memori ingatan. Waktu saya rasanya benar-benar efektif sekali.

Setelah selesai menjadi PJS karena SM-nya sudah masuk kembali, saya kembali ke Site saya. Disitulah rasanya terjadi kekosongan yang saat nyata. Mulai kerja shift kembali dengan kerjaan monoton. Walaupun awalnya saat jadi PJS juga kadang bingung ngapain, tapi disitu ada dinamikanya. Sekarang rasanya flat sekali. Saya punya tanggung jawab terhadap team divisi saya memang, tetapi mereka sekarang sudah sangat jauh berkembang, saya hanya mengawasi dan mengarahkan saja serta menegur kalo ada yang tidak benar, dan memotivasi, tapi saya-nya sendiri sekarang merasa kosong. Ingin mengembangkan sistem A, tetapi karena saya gak ada background IT, yang saya bisa lakukan hanya merekap, menganalisa, lalu melaporkan tanpa kejelasan kapan hal tersebut akan diselesaikan dari team IT-nya. Sampe rasanya bosan sekali. Apa saya mesti belajar IT?

Seperti sekarang, saya shift malam, karena semua kerjaan sudah saya tuntaskan, ketimbang bergadang saya gak produktif, saya ingin konsisten mengisinya dengan menulis blog saja. Rasanya di tahun 2018 ini saya ingin lebih lebih lebih produktif dan bermanfaat bagi orang banyak. Saya ingin diri saya memliki arti di dunia ini. Menjadi salah satu bagian di masyarakat yang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan barokah, yang bisa membantu orang banyak. Kerja disini juga termasuk membantu Pemerintah sebenarnya, menjadi salah satu yang menjalankan Fuel Management System dengan benar, itu juga merupakan tantangan sendiri, if you know what I mean, tanpa intervensi siapapun.


Seperti Bang Radit, semoga di tahun ini pun saya memperoleh gairah kembali sesuai dengan hal yang saya sukai. Just do what you do best and money will come by itself. Kerja apapun, jadilah yang terbaik. “Jangan sampai jadi ubur-ubur: orang bekerja kantoran tapi gak sesuai dengan minat mereka. Lemah, lunglai, hanya hidup mengikuti arus. Lembur sampai malam, tapi gak bahagia. Gak mememukan sesuatu yang membuat hidup mereka berarti. Harus punya tulang belakang, harus bisa berjalan di kedua kaki,” Raditya Dika – 2018.

Semangat berdikari! Selamat malam!

No comments:

Post a Comment

Puja-puji, cercaan atau mau kasih duit? Silahkan =))

Follow Us @viiint